Di usia 13 tahun, langkah kaki Indah belum pernah benar-benar bebas. Diagnosa cerebral palsy (CP) spastic quadriplegic membuat kedua kakinya kaku, menekuk karena spastisitas yang menyebabkan kontraktur sendi dan otot. Selama ini, Indah harus bolak-balik ke rumah sakit untuk menjalani terapi gips berkala demi mengurangi nyeri dan kekakuan di sendi lutut.

Namun, akses bukan hal yang mudah. Indah tinggal bersama ibunya, seorang pemulung, yang setiap hari berjibaku dengan waktu dan keterbatasan untuk sekadar bisa mengantar Indah berobat. Jarak, biaya, dan waktu menjadi tantangan harian yang tak kasat mata.
Melihat kondisi ini, Yayasan Prana bekerja sama dengan Teman Rehab untuk memberikan apa yang mungkin tampak kecil, tetapi sesungguhnya besar: sepasang knee orthoses dengan adjustable ROM (Range of Motion) yang bisa Indah pakai setiap hari di rumah. Alat ini membantu meregangkan sendi lutut secara perlahan dan terukur, sekaligus mengurangi rasa nyeri yang selama ini ia tahan dalam diam.

Proses pembuatannya tidak instan. Karena libur panjang dan kebutuhan penyesuaian ukuran agar pas dan nyaman, waktu produksi sempat tertunda. Namun kini, alat bantu itu telah tiba, dan Indah dapat mulai menggunakannya dalam rutinitas hariannya.
Kami percaya, pulih bukan soal kecepatan, tetapi keberlanjutan. Dan setiap dukungan yang diberikan, sekecil apa pun, punya kekuatan untuk mengubah hidup seseorang, seperti Indah.

Terima kasih, Teman Rehab, yang telah menjadi jembatan kebaikan dalam proses ini. Semoga alat bantu ini bukan hanya alat, tapi juga simbol bahwa Indah tidak sendiri dalam perjalanannya.
Karena ketika satu kaki kecil bisa diluruskan, satu harapan besar ikut ditegakkan.
